Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Selasa, 20 Juni 2017 0 komentar

Tugas 4 Bahasa Inggris Bisnis 2 #



Nama : Riftha Arnis Pradita
Npm  : 17213688
Kelas : 4EA17

Strategi Reading Toefl Paper Based dan Computer Based



A. Tes TOEFL PBT (Paper Based Test)
Reading comprehension digunakan untuk mengetahui kemampuan dalam memahami teks tertulis bahasa Inggris. Terdapat 50 pertanyaan diujikan dengan waktu 55 menit. Reading comprehension terbagi dalam dua bagian, yakni:
>> Reading comprehension: Tes ini menguji kemampuan peserta untuk memahami sebuah bacaan. Pola soalnya adalah seputar main idea (pokok pikiran), stated detail (detail yang tertulis), unstated details (detail yang tidak tertulis), implied detail (detail yang tersirat), vocabulary in context (kosakata), where (lokasi), dan kesimpulan.
  • Waktu yang diberikan tidak banyak. Jadi, peserta harus mampu membaca dan memahaminya dengan cepat.
  • Jangan terlalu lama berkutat pada satu soal. Kerjakan terlebih dahulu soal-soal yang mudah.
>> Vocabulary: Tes ini khusus menguji perbendaharaan kata bahasa Inggris.
  • Jika tidak tahu makna dari kata yang ditanyakan, tebaklah dengan melihat konteks kalimatnya.
  • Selain mengetes makna dari berbagai kosakata, tes ini juga banyak menguji kemampuan peserta dalam hal sinonim dan antonim.
B. Tes TOEFL CBT (Computer Based Test)
Materi yang diujikan pada TOEFL CBT sebenarnya sama saja dengan TOEFL PBT. Namun, cara penyajian dan bentuknya yang berbeda. Berikut ini penjelasannya:
  • Tes ini terdiri atas 44—55 soal dengan waktu sekitar 70—90 menit.
  • Jumlah soalnya tergantung pada kecepatan peserta dalam mengerjakannya. Semakin cepat pengerjaan maka semakin banyak pula soal yang muncul.
  • Saat mengerjakan soal, Anda dapat kembali ke halaman sebelumnya untuk membaca lagi teksnya. Namun, jika sudah pindah ke teks berikutnya, Anda tidak dapat kembali ke teks sebelumnya.
Tip Trik Menjawab Soal TOEFL Reading (1)
Jawab Pertanyaan Gagasan Utama dengan Tepat (Answer Main Idea Questions Correctly)
Hampir semua jenis tes TOEFL menggunakan model soal multiple choice yang menanyakan tentang gagasan utama (main idea) bacaan. Pertanyaan ini dapat muncul dalam berbagai variasi kata, sekalipun dengan maksud yang sama. Bacaan dalam tes TOEFL biasanya ditulis dengan cara tradisional sehingga memudahkan Anda menemukan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Tip trik menjawab soal TOEFL reading Gagasan Utama ini, jawabannya biasanya termuat di awal paragraf. Jika bacaan hanya terdiri dari satu paragraf, Anda harus mempelajari bagian awal dari paragraf tersebut untuk menentukan gagasan utamanya.
Tip Trik Menjawab Soal TOEFL Reading (2)
Mengenal Penyusunan Gagasan-gagasan (Recognize The Organization of Ideas)
Di dalam bagian Reading Comprehensioan, baik pada Paper Test maupun Computer Test, ada pertanyaan mengenai penyusunan (organization) gagasan-gagasan dalam suatu bacaan. Anda mungkin diminta menentukan bagaimanakah gagasan dalam satu paragraf atau lebih, berkaitan dengan gagasan-gagasan di paragraf lainnya. Tip trik menjawab soal TOEFL reading bentuk ini, perhatikan contoh dari lembar kerja test TOEFL yang memintamu untuk menentukan bagaimana informasi bacaan itu disusun.
Tip Trik Menjawab Soal TOEFL Reading (3)
Menjawab Pertanyaan Khusus dengan Benar (Stated Detail Questions)
Apa makna dari stated detail question? Stated detail question menanyakan tentang informasi tertentu secara khusus yang terdapat dalam bacaan, tidak menanyakan secara keseluruhan. Jawaban dari pertanyaan ini secara umum telah termuat dalam bacaan dan muncul berulang dengan ungkapan atau kata yang berbeda.

SUMBER :
Rabu, 12 April 2017 0 komentar

Tugas 2 Bahasa Inggris Bisnis 2 #

Nama : Riftha Arnis Pradita
Npm  : 17213688
Kelas : 4EA17


 


STRATEGI MENGERJAKAN TOEFL LISTENING

Soal listening dalam tes toefl bertujuan untuk menguji kemampuan dalam memahami bahasa lisan, namun tidak hanya sekedar kemampuan mendengarkan bahasa inggris lisan, tapi juga pengetahuan tata bahasa inggris (grammar) yang memadai. Untuk bisa memahami bahasa lisan tersebut , disamping harus membiasakan diri mendengarkan bahasa inggris lisan, anda harus memiliki pengetahuan struktur bahasa (tata bahasa) inggris yang memadai. strategi dalam tes toefl listening :

1.      Pahami bentuk bentuk perintah pada masing-masing bagian part dengan baik sebelum hari h ujian
2.       Bacalah pilihan pada masing-masing soal sebanyak mungkin ketika narrator sedang membacakan direction dan contoh soal
3.      Dengarkan dengan penuh konsentrasi dan focuskan perhatian anda pada percakapan yang sedang anda dengarkan
4.      Memaksimalkan kemampuan listening anda pada soal soal pertama pada masing part
5.      Fokuskan pendengaran anda pada orang kedua
6.      Jangan panic jika tidak bisa memahami kata demi kata dalam percakapan secara komplit. Anda hanya perlu menagkap idea tau isi percakapan
7.      Bila anda sama sekali tidak bisa memahami apa yang dibicarakan pembicaraa kedua, pilihlah jawaban yang paling berbeda dari apa yang anda dengar.
8.      Pahami bentu bentuk functional expression agreement (persetujuan), uncertainty(ketidakpastian), suggestion(sugesti), surprise (keterkejutan), idiomatic, expression, dan situasi ketika pembicara dilakukan.
9.      Ketika narrator membacakan direction part b anda sebaiknya membaca pilihan jawaban secara sekilas kemudian merekamnya dan memperkirakan tema yang akan menjadi perbincangan.
10.  Ketika menyimak conversation, anda harus mengetahui apa tema/topic yang dibicarakan
11.  Waspadalah terhadap masing-masing pertanyaan
12.  Cermati kondisi  dan situasi yang terjadi selama percakapan berlangsung, yakni menyangkut tempat dan waktu pembicaraan, apa dan siapa yang dibicarakan
13.  Bila anda memiliki waktu, lihatlah pilihan-pilihan jawaban yang tertera pada lembar soal dan temukan kata kuncinya
14.  Waspadailah pembicaraan pada kalimat pertama karena biasanya akan menjadi topic bagi kalimat-kalimat selanjutnya
15.  Fokuskan pendengaran anda pada hal-hal yang berkaitan dengan pertanyaan 5w-h (what,who,when,where,why) dan how
16.  Buatlah kesimpulan /inferasi atas situasi yang terjadi saat pembicaraan dilakukan.

Referensi :
www.geniustoefl.com
Minggu, 12 Maret 2017 0 komentar

Tugas 1 Bahasa Inggris Bisnis 2 #

Perbedaan Toefl Paper Based Test (PBT) dan Computer Based Test (CBT)

Nama : Riftha Arnis Pradita
Npm  : 17213688
Kelas : 4EA17




1. Paper Based Test (PBT)

PBT adalah bentuk TOEFL yang paling konvensional. Sistem tesnya menggunakan lembaran kertas soal dan jawaban yang harus diisi dengan pensil 2B. Materi yang diujikan adalah listening, structure, dan reading. Jenisnya :

      Ø  Menggunakan media kertas. 
      Ø  Cara Menghitung Skor TOEFL PBT 

     Skor TOEFL PBT (Paper Based Test) dihitung dengan menggunakan sistem konversi. Artinya, setiap     jawaban yang benar memiliki nilai tertentu. Misalnya satu jawaban benar bernilai 20, dua jawaban benar bernilai 21,  tiga jawaban benar bernilai 23, dan seterusnya. Nilai jawaban benar dapat dilihat di tabel konversi. Setelah nilai pada masing-masing bagian sudah ditemukan, jumlahkan, bagi tiga, lalu dikalikan dengan sepuluh. Akhirnya akan didapat skor antara 220 (skor terendah) sampai 677 (skor tertinggi). Itulah skor TOEFL Anda.Langkah pertama, koreksilah jawaban yang telah Anda buat dan hitunglah berapa jawaban yang benar. Lalu, cocokkan jumlah jawaban yang benar dengan nilai pada tabel konversi. Misalnya ada 32 jawaban benar pada listening comprehension, 35 jawaban benar pada bagian structure and written expression, dan 40 jawaban benar pada bagian reading comprehension. Kemudian, cocokkan ketiga angka tersebut dengan nilai pada tabel konversi:

KETERANGAN
    LISTENING
     STRUCTURE
       READING
JUMLAH JAWABAN BENAR
            32
                35
              40
SKOR TERKONVERSI
            52
                60
              55

Selanjutnya, hitunglah nilai konversi tersebut dengan cara berikut ini:

1. Tambahkan ketiga nilai yang telah dikonversi
=>>  52+60+55 = 167
2. Bagilah jumlah nilai tersebut dengan 3 (tiga)
=>>  167 : 3 = 55,6
3. Kalikan hasil tadi dengan 10 (sepuluh)
=>>  55,6 x 10 = 556

      Ø  Test of Written English atau TWE jarang dipakai sebagai materi ujian.
      Ø  Tidak ada tes speaking.
      Ø  Tes dimulai setelah kuota peserta terpenuhi.
      Ø  Harga paling murah

2. Computer Based Test (CBT)
CBT adalah bentuk yang lebih praktis dari PBT. Sistem tes TOEFL CBT tidak lagi menggunakan kertas, tapi dengan komputer. Semua soal ditampilkan di layar menggunakan software interaktif. Peserta dapat langsung mengerjakan di komputer. Materi yang diujikan adalah listening, structure, reading, dan writing. Jenisnya :

      Ø  Menggunakan media komputer.
      Ø  Cara Menghitung Skor TOEFL CBT 

     TOEFL CBT (Computer Based Test) memiliki skala nilai yang berbeda dengan PBT. Jika skor PBT berkisar 220—677, CBT berkisar antara 0—300. Cara menghitungnya sama dengan penghitungan skor pada PBT, yaitu dengan menjumlahkan skor tiap sesi, dibagi tiga, lalu dikalikan sepuluh. Berikut ini tabel skala penilaian TOEFL CBT:

SECTION
SKOR
Reading
0-30
Listening
0-30
Structure/Writing
0-30
TOTAL
0-300

  Ø  TWE selalu ada dengan nama writing section yang skornya digabung dengan skor structure.  Bobot nilainya masing-masing 50 persen.
  Ø  Tidak ada tes speaking.
  Ø  Tes dapat dimulai kapan saja, tanpa menunggu adanya peserta lain.
  Ø  Harga sedikit lebih mahal

REFERENSI

 http://www.geniusedukasi.com/perbedaan-jenis-toefl-pbt-cbt-ibt/

 http://www.belajaringgris.net/jenis-jenis-tes-toefl-dan-perbedaannya-pbt-cbt-ibt-5763.html
Minggu, 30 Oktober 2016 0 komentar

TUGAS 4 ETIKA BISNIS




Nama  : Riftha Arnis Pradita
NPM   : 17213688
Kelas   : 4EA17



A.    PENDAHULUAN

Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.

Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.

B.     TEORI

Secara umum etika bisnis merupakan acuan cara yang harus ditempuh oleh perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Oleh karena itu, etika bisnis memiliki prinsip-prinsip umum yang dijadikan acuan dalam melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan bisnis yang dimaksud. Adapun prinsip prinsip etika bisnis tersebut sebagai berikut:
·         Prinsip Otonomi
Prinsip otonomi dalam etika bisnis adalah bahwa perusahaan secara bebas memiliki kewenangan sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya sesuai dengan visi dan misi yang dipunyainya. Contoh prinsip otonomi dalam etika binis : perusahaan tidak tergantung pada pihak lain untuk mengambil keputusan tetapi perusahaan memiliki kekuasaan tertentu sesuai dengan misi dan visi yang diambilnya dan tidak bertentangan dengan pihak lain.
Dalam prinsip otonomi etika bisnis lebih diartikan sebagai kehendak dan rekayasa bertindak secara penuh berdasar pengetahuan dan keahlian perusahaan dalam usaha untuk mencapai prestasi-prestasi terbaik sesuai dengan misi, tujuan dan sasaran perusahaan sebagai kelembagaan. Disamping itu, maksud dan tujuan kelembagaan ini tanpa merugikan pihak lain atau pihak eksternal.
• Prinsip Kejujuran
Prinsip kejujuran dalam etika bisnis merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan kinerja perusahaan. Kegiatan bisnis akan berhasil jika dikelola dengan prinsip kejujuran. Baik terhadap karyawan, konsumen, para pemasok dan pihak-pihak lain yang terkait dengan kegiatan bisnis ini. Prinsip yang paling hakiki dalam aplikasi bisnis berdasarkan kejujuran ini terutama dalam pemakai kejujuran terhadap diri sendiri. Namun jika prinsip kejujuran terhadap diri sendiri ini mampu dijalankan oleh setiap manajer atau pengelola perusahaan maka pasti akan terjamin pengelolaan bisnis yang dijalankan dengan prinsip kejujuran terhadap semua pihak terkait.
·         Prinsip Keadilan
Prinsip keadilan yang dipergunakan untuk mengukur bisnis menggunakan etika bisnis adalah keadilan bagi semua pihak yang terkait memberikan kontribusi langsung atau tidak langsung terhadap keberhasilan bisnis. Para pihak ini terklasifikasi ke dalam stakeholder. Oleh karena itu, semua pihak ini harus mendapat akses positif dan sesuai dengan peran yang diberikan oleh masing-masing pihak ini pada bisnis. Semua pihak harus mendapat akses layak dari bisnis. Tolak ukur yang dipakai menentukan atau memberikan kelayakan ini sesuai dengan ukuran-ukuran umum yang telah diterima oleh masyarakat bisnis dan umum. Contoh prinsip keadilan dalam etika bisnis : dalam alokasi sumber daya ekonomi kepada semua pemilik faktor ekonomi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan harga yang layak bagi para konsumen, menyepakati harga yang pantas bagi para pemasok bahan dan alat produksi, mendapatkan keuntungan yang wajar bagi pemilik perusahaan dan lain-lain.


C.    KASUS

Kasus ini terjadi pada saat saya sedang ke mall ada seseorang menghampiri keluarga saya tiba-tiba memberikan kotak sebagai suatu hadiah yang di imingi didalamnya ada sebuah jam tangan dan kita diajak ketoko tersebut untuk membeli sebuah produk yaitu Penjernih air yang langsung bisa diminum seharga Rp. 3.500.000     kita di wawancara dan di foto untuk seleksi iklan dan mendapat hadiah besar, entah kenapa kita terhipnotis untuk diminta membeli menggunakan uang tunai tetapi dengan uang tunai tidak cukup dan disarankan memakai kartu kredit dan akhirnya kami memutuskan untuk membeli produk tersebut dan kami mendapatkan hadiah berupa barang-barang lain seperti:  ressure cooker, sabuk pengecil perut, dvd player dan juga mixer sesampainya dirumah bahwa barang-barang tersebut kurang bagus.


D.    ANALISIS

Dalam kasus ini sebaiknya sebagai pihak yang memasarkan harus memperhatikan kualitas produk jangan sampai demi keuntungan rela memberikan ketidakjujuran dan ketidakadilan kepada konsumen. Kasus ini juga sangat tidak berpegang pada ketiga prinsip Etika dalam Berbisnis yaitu Prinsip Otonom, Prinsip Kejujuran dan Prinsip Keadilan. Perusahaan harus lebih memperhatiakan kualitas produk, pada dasarnya masih banyak perusahaan yang menjalankan etika bisnis dalam menjalankan bisnisnya karena perusahaan yang baik adalah perusahaan yang baik dari segi financial, internal, eksternal, dan tentu kepercayaan dari masyarakat luas.

E.     REFERENSI








 
;