Kamis, 04 Mei 2017 0 komentar

Tugas 3 Bahasa Inggris Bisnis 2 #



Nama : Riftha Arnis Pradita
Npm  : 17213688
Kelas : 4EA17

Strategi atau Cara Menjawab Soal Structure TOEFL atau IBT

Tips dan Strategi Menjawab Soal Structure and Written Expression
Sebelum menempuh TOEFL, Anda perlu mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk mengerjakan suatu tes, seperti misalnya pensil khusus untuk mengerjakan soal pada lembar jawab komputer, rautan pensil, landasan menulis atau menjawab, karet penghapus yang baik, dan lain-lain.
Instruksi-instruksi pengerjaan TOEFL hampir sama dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, sebaiknya pahami instruksi-instruksi tersebut jauh-jauh hari agar sudah cukup familier dengan instruksi dan tidak membuang-buang waktu untuk ini. Ingat, bahwa waktu pengerjaan tes relatif singkat.

Bagian Tes TOEFL Soal Structure and Written Expression
Tes Structure and Written Expression dalam TOEFL biasanya sebanyak 40-50 butir soal pilihan ganda (multiple choice), dengan waktu yang disediakan sebanyak antara 50-55 menit. Jenis soal pilihan ganda untuk Structure and Written Expression ada dua macam:
1. Bagian pertama (antara 15 – 20 butir) adalah soal-soal melengkapi.
Anda harus memilih salah satu jawaban yang paling tepat di antara 4 (empat) pilihan jawaban yang disediakan dan kemudian menghitamkan bulatan pada lembar jawaban sesuai dengan kode jawaban yang dipilih.
Contoh:
_______ you should read a lot of books.
(A) University student
(B) When study
(C) A student at a university
(D) Being a student
Jawaban yang benar adalah (D).
2. Bagian kedua (antara 20 – 30 butir) adalah soal yang berupa kalimat dengan empat buah kata atau frasa yang digarisbawahi.
Anda harus memilih salah satu kata atau frasa yang salah atau secara gramatikal tidak sesuai. Maksudnya adalah bahwa Anda harus memilih bagian yang apabila dibetulkan membuat keseluruhan kalimat menjadi benar; tetapi bila Anda memilih yang sebenarnya tidak perlu dibetulkan, keseluruhan kalimat tersebut akan tetap salah atau bertambah kesalahannya. Kesimpulannya, pada bagian ini Anda hanya diminta mencari kata/kalimat yang salah yang digarisbawahi pada masing-masing point, A, B, C, atau D.

Contoh:


The king felt that no one were better than sir kay with the position of chief cook in the
                                             A       B                             C
royal  palace.
   D
 


Jawaban yang benar adalah C, karena seharusnya adalah for, bukan with. Artinya, bila kata with dibetulkan dengan menggantinya dengan kata for; kalimatnya menjadi benar. A, B, dan D sudah benar dalam rangkaian kalimat.
3. Pilihlah soal yang mudah lebih dahulu untuk dikerjakan dengan memberi tanda secara jelas pada pilihan jawaban. Pada umumnya, soal-soal pada nomor awal mudah dan meningkat kesulitannya pada nomor-nomor selanjutnya, sehingga soal nomor terakhir adalah soal tersulit.
4. Bila Anda merasa tidak yakin akan pilihan jawaban yang benar, tandailah pilihan-pilihan jawaban yang merupakan kemungkinan jawaban yang benar dengan memberi tanda yang berbeda dengan jawaban yang sudah mantap.
Setelah menyelesaikan soal-soal yang dianggap mudah, Anda kembali mencermati jawaban-jawaban yang meragukan. Walaupun demikian, jangan terlalu lama berkonsentrasi pada satu soal yang dianggap sulit karena ia harus mengingat alokasi waktu yang tersedia relatif singkat.
5. Apabila semua soal telah terjawab, bila masih ada waktu tersisa, usahakanlah untuk memeriksa kembali jawaban-jawaban, terutama jawaban-jawaban yang diragukan ketepatannya.
6. Apabila tidak mengetahui jawaban yang benar, Anda bisa melakukan tebakan jawaban (guessing) dengan sedapat mungkin memilih jawaban yang diperkirakan paling mendekati dengan jawaban yang paling tepat. Usahakan semua soal terjawab. Karena jawaban yang salah tidak akan mengurangi skor.

Referensi :
http://www.geniusedukasi.com/tips-dan-strategi-menjawab-soal-structure/




Rabu, 12 April 2017 0 komentar

Tugas 2 Bahasa Inggris Bisnis 2 #

Nama : Riftha Arnis Pradita
Npm  : 17213688
Kelas : 4EA17


 


STRATEGI MENGERJAKAN TOEFL LISTENING

Soal listening dalam tes toefl bertujuan untuk menguji kemampuan dalam memahami bahasa lisan, namun tidak hanya sekedar kemampuan mendengarkan bahasa inggris lisan, tapi juga pengetahuan tata bahasa inggris (grammar) yang memadai. Untuk bisa memahami bahasa lisan tersebut , disamping harus membiasakan diri mendengarkan bahasa inggris lisan, anda harus memiliki pengetahuan struktur bahasa (tata bahasa) inggris yang memadai. strategi dalam tes toefl listening :

1.      Pahami bentuk bentuk perintah pada masing-masing bagian part dengan baik sebelum hari h ujian
2.       Bacalah pilihan pada masing-masing soal sebanyak mungkin ketika narrator sedang membacakan direction dan contoh soal
3.      Dengarkan dengan penuh konsentrasi dan focuskan perhatian anda pada percakapan yang sedang anda dengarkan
4.      Memaksimalkan kemampuan listening anda pada soal soal pertama pada masing part
5.      Fokuskan pendengaran anda pada orang kedua
6.      Jangan panic jika tidak bisa memahami kata demi kata dalam percakapan secara komplit. Anda hanya perlu menagkap idea tau isi percakapan
7.      Bila anda sama sekali tidak bisa memahami apa yang dibicarakan pembicaraa kedua, pilihlah jawaban yang paling berbeda dari apa yang anda dengar.
8.      Pahami bentu bentuk functional expression agreement (persetujuan), uncertainty(ketidakpastian), suggestion(sugesti), surprise (keterkejutan), idiomatic, expression, dan situasi ketika pembicara dilakukan.
9.      Ketika narrator membacakan direction part b anda sebaiknya membaca pilihan jawaban secara sekilas kemudian merekamnya dan memperkirakan tema yang akan menjadi perbincangan.
10.  Ketika menyimak conversation, anda harus mengetahui apa tema/topic yang dibicarakan
11.  Waspadalah terhadap masing-masing pertanyaan
12.  Cermati kondisi  dan situasi yang terjadi selama percakapan berlangsung, yakni menyangkut tempat dan waktu pembicaraan, apa dan siapa yang dibicarakan
13.  Bila anda memiliki waktu, lihatlah pilihan-pilihan jawaban yang tertera pada lembar soal dan temukan kata kuncinya
14.  Waspadailah pembicaraan pada kalimat pertama karena biasanya akan menjadi topic bagi kalimat-kalimat selanjutnya
15.  Fokuskan pendengaran anda pada hal-hal yang berkaitan dengan pertanyaan 5w-h (what,who,when,where,why) dan how
16.  Buatlah kesimpulan /inferasi atas situasi yang terjadi saat pembicaraan dilakukan.

Referensi :
www.geniustoefl.com
Minggu, 12 Maret 2017 0 komentar

Tugas 1 Bahasa Inggris Bisnis 2 #

Perbedaan Toefl Paper Based Test (PBT) dan Computer Based Test (CBT)

Nama : Riftha Arnis Pradita
Npm  : 17213688
Kelas : 4EA17




1. Paper Based Test (PBT)

PBT adalah bentuk TOEFL yang paling konvensional. Sistem tesnya menggunakan lembaran kertas soal dan jawaban yang harus diisi dengan pensil 2B. Materi yang diujikan adalah listening, structure, dan reading. Jenisnya :

      Ø  Menggunakan media kertas. 
      Ø  Cara Menghitung Skor TOEFL PBT 

     Skor TOEFL PBT (Paper Based Test) dihitung dengan menggunakan sistem konversi. Artinya, setiap     jawaban yang benar memiliki nilai tertentu. Misalnya satu jawaban benar bernilai 20, dua jawaban benar bernilai 21,  tiga jawaban benar bernilai 23, dan seterusnya. Nilai jawaban benar dapat dilihat di tabel konversi. Setelah nilai pada masing-masing bagian sudah ditemukan, jumlahkan, bagi tiga, lalu dikalikan dengan sepuluh. Akhirnya akan didapat skor antara 220 (skor terendah) sampai 677 (skor tertinggi). Itulah skor TOEFL Anda.Langkah pertama, koreksilah jawaban yang telah Anda buat dan hitunglah berapa jawaban yang benar. Lalu, cocokkan jumlah jawaban yang benar dengan nilai pada tabel konversi. Misalnya ada 32 jawaban benar pada listening comprehension, 35 jawaban benar pada bagian structure and written expression, dan 40 jawaban benar pada bagian reading comprehension. Kemudian, cocokkan ketiga angka tersebut dengan nilai pada tabel konversi:

KETERANGAN
    LISTENING
     STRUCTURE
       READING
JUMLAH JAWABAN BENAR
            32
                35
              40
SKOR TERKONVERSI
            52
                60
              55

Selanjutnya, hitunglah nilai konversi tersebut dengan cara berikut ini:

1. Tambahkan ketiga nilai yang telah dikonversi
=>>  52+60+55 = 167
2. Bagilah jumlah nilai tersebut dengan 3 (tiga)
=>>  167 : 3 = 55,6
3. Kalikan hasil tadi dengan 10 (sepuluh)
=>>  55,6 x 10 = 556

      Ø  Test of Written English atau TWE jarang dipakai sebagai materi ujian.
      Ø  Tidak ada tes speaking.
      Ø  Tes dimulai setelah kuota peserta terpenuhi.
      Ø  Harga paling murah

2. Computer Based Test (CBT)
CBT adalah bentuk yang lebih praktis dari PBT. Sistem tes TOEFL CBT tidak lagi menggunakan kertas, tapi dengan komputer. Semua soal ditampilkan di layar menggunakan software interaktif. Peserta dapat langsung mengerjakan di komputer. Materi yang diujikan adalah listening, structure, reading, dan writing. Jenisnya :

      Ø  Menggunakan media komputer.
      Ø  Cara Menghitung Skor TOEFL CBT 

     TOEFL CBT (Computer Based Test) memiliki skala nilai yang berbeda dengan PBT. Jika skor PBT berkisar 220—677, CBT berkisar antara 0—300. Cara menghitungnya sama dengan penghitungan skor pada PBT, yaitu dengan menjumlahkan skor tiap sesi, dibagi tiga, lalu dikalikan sepuluh. Berikut ini tabel skala penilaian TOEFL CBT:

SECTION
SKOR
Reading
0-30
Listening
0-30
Structure/Writing
0-30
TOTAL
0-300

  Ø  TWE selalu ada dengan nama writing section yang skornya digabung dengan skor structure.  Bobot nilainya masing-masing 50 persen.
  Ø  Tidak ada tes speaking.
  Ø  Tes dapat dimulai kapan saja, tanpa menunggu adanya peserta lain.
  Ø  Harga sedikit lebih mahal

REFERENSI

 http://www.geniusedukasi.com/perbedaan-jenis-toefl-pbt-cbt-ibt/

 http://www.belajaringgris.net/jenis-jenis-tes-toefl-dan-perbedaannya-pbt-cbt-ibt-5763.html
Minggu, 30 Oktober 2016 0 komentar

TUGAS 4 ETIKA BISNIS




Nama  : Riftha Arnis Pradita
NPM   : 17213688
Kelas   : 4EA17



A.    PENDAHULUAN

Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.

Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.

B.     TEORI

Secara umum etika bisnis merupakan acuan cara yang harus ditempuh oleh perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Oleh karena itu, etika bisnis memiliki prinsip-prinsip umum yang dijadikan acuan dalam melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan bisnis yang dimaksud. Adapun prinsip prinsip etika bisnis tersebut sebagai berikut:
·         Prinsip Otonomi
Prinsip otonomi dalam etika bisnis adalah bahwa perusahaan secara bebas memiliki kewenangan sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya sesuai dengan visi dan misi yang dipunyainya. Contoh prinsip otonomi dalam etika binis : perusahaan tidak tergantung pada pihak lain untuk mengambil keputusan tetapi perusahaan memiliki kekuasaan tertentu sesuai dengan misi dan visi yang diambilnya dan tidak bertentangan dengan pihak lain.
Dalam prinsip otonomi etika bisnis lebih diartikan sebagai kehendak dan rekayasa bertindak secara penuh berdasar pengetahuan dan keahlian perusahaan dalam usaha untuk mencapai prestasi-prestasi terbaik sesuai dengan misi, tujuan dan sasaran perusahaan sebagai kelembagaan. Disamping itu, maksud dan tujuan kelembagaan ini tanpa merugikan pihak lain atau pihak eksternal.
• Prinsip Kejujuran
Prinsip kejujuran dalam etika bisnis merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan kinerja perusahaan. Kegiatan bisnis akan berhasil jika dikelola dengan prinsip kejujuran. Baik terhadap karyawan, konsumen, para pemasok dan pihak-pihak lain yang terkait dengan kegiatan bisnis ini. Prinsip yang paling hakiki dalam aplikasi bisnis berdasarkan kejujuran ini terutama dalam pemakai kejujuran terhadap diri sendiri. Namun jika prinsip kejujuran terhadap diri sendiri ini mampu dijalankan oleh setiap manajer atau pengelola perusahaan maka pasti akan terjamin pengelolaan bisnis yang dijalankan dengan prinsip kejujuran terhadap semua pihak terkait.
·         Prinsip Keadilan
Prinsip keadilan yang dipergunakan untuk mengukur bisnis menggunakan etika bisnis adalah keadilan bagi semua pihak yang terkait memberikan kontribusi langsung atau tidak langsung terhadap keberhasilan bisnis. Para pihak ini terklasifikasi ke dalam stakeholder. Oleh karena itu, semua pihak ini harus mendapat akses positif dan sesuai dengan peran yang diberikan oleh masing-masing pihak ini pada bisnis. Semua pihak harus mendapat akses layak dari bisnis. Tolak ukur yang dipakai menentukan atau memberikan kelayakan ini sesuai dengan ukuran-ukuran umum yang telah diterima oleh masyarakat bisnis dan umum. Contoh prinsip keadilan dalam etika bisnis : dalam alokasi sumber daya ekonomi kepada semua pemilik faktor ekonomi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan harga yang layak bagi para konsumen, menyepakati harga yang pantas bagi para pemasok bahan dan alat produksi, mendapatkan keuntungan yang wajar bagi pemilik perusahaan dan lain-lain.


C.    KASUS

Kasus ini terjadi pada saat saya sedang ke mall ada seseorang menghampiri keluarga saya tiba-tiba memberikan kotak sebagai suatu hadiah yang di imingi didalamnya ada sebuah jam tangan dan kita diajak ketoko tersebut untuk membeli sebuah produk yaitu Penjernih air yang langsung bisa diminum seharga Rp. 3.500.000     kita di wawancara dan di foto untuk seleksi iklan dan mendapat hadiah besar, entah kenapa kita terhipnotis untuk diminta membeli menggunakan uang tunai tetapi dengan uang tunai tidak cukup dan disarankan memakai kartu kredit dan akhirnya kami memutuskan untuk membeli produk tersebut dan kami mendapatkan hadiah berupa barang-barang lain seperti:  ressure cooker, sabuk pengecil perut, dvd player dan juga mixer sesampainya dirumah bahwa barang-barang tersebut kurang bagus.


D.    ANALISIS

Dalam kasus ini sebaiknya sebagai pihak yang memasarkan harus memperhatikan kualitas produk jangan sampai demi keuntungan rela memberikan ketidakjujuran dan ketidakadilan kepada konsumen. Kasus ini juga sangat tidak berpegang pada ketiga prinsip Etika dalam Berbisnis yaitu Prinsip Otonom, Prinsip Kejujuran dan Prinsip Keadilan. Perusahaan harus lebih memperhatiakan kualitas produk, pada dasarnya masih banyak perusahaan yang menjalankan etika bisnis dalam menjalankan bisnisnya karena perusahaan yang baik adalah perusahaan yang baik dari segi financial, internal, eksternal, dan tentu kepercayaan dari masyarakat luas.

E.     REFERENSI








 
;